Jumat, 06 November 2015

Makalah Ilmu Lingkungan



MAKALAH
BANK SAMPAH: USAHA PENYELAMATAN LINGKUNGAN

Diajukan untuk memenuhi tugas mandiri (UTS) mata kuliah ilmu lingkungan.
Mata kuliah               : Ilmu Lingkungan
Dosen pengampu           : Ina Rosdiana Lesmanawati, Msi



                                                          
 











Disusun oleh:
Hanifah Eka Solekha
14121610753




Fakultas Tarbiyah IPA Biologi-C/ V

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
 SYEKH NURJATI CIREBON
2014


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga penulis berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Bank Sampah: Usaha Penyelamatan Lingkungan” untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Lingkungan.
Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat memerlukan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun yang selalu kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Harapan penulis tiada lain hanya muda-mudahan makalah ini bermanfaat bagi para pembaca dan semoga Allah SWT tetap memberikan bimbinganNya kepada kita semua.

                                                                                  

                            Cirebon, Oktober 2014
                                                                          



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Seiring peningkatan populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi saat ini pengelolaan sampah sebagian kota besar masih menimbulkan permasalahan yang sulit dikendalikan. Timbunan sampah yang tidak terkendali terjadi sebagai konsekuensi logis dari aktivitas manusia dan industrialisasi, yang kemudian berdampak pada permasalahan lingkungan perkotaan seperti keindahan kota, kesehatan masyarakat, dan lebih jauh lagi terjadinya bencana (ledakan gas metan, tanahlongsor, pencemaran udara akibat pembakaran terbuka dan lain-lain).
Di sisi lain, pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh dinas terkait hanya berfokus pada pengumpulan dan pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa melalui pengolahan tertentu. Kebanyakan TPA bermasalah terhadap lingkungan hidup, misalnya TPA tidak dilapisi oleh lapisan kedap air seperti geotextile, tidak ada pengolahan air lindi, dan masih diizinkannya praktik open dumping dan open burning. Sehingga banyak menyebabkan permasalahan seperti pencemaran air lindi ke air tanah, bau busuk dan pencemaran udara. Pengolahan sampah adalah perlakuan terhadap sampah yang bertujuan memperkecil atau menghilangkan masalah-masalah yang berkaitan dengan lingkungan.
Kegiatan pengolahan sampah ini dapat menimbulkan multiplier effect melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Masyarakat mulai terangsang untuk menciptakan berbagai teknologi pendukung pengelolaan sampah, mulai dari teknologi tempat-tempat penampungan sampah di rumah tangga untuk dijadikan pupuk kompos, teknologi pemanfaatan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis dan pemasaran hasil pengolahan sampah. Kesemua teknologi pendukung yang dihasilkan tersebut sangat berpeluang untuk dilakukan di rumahtangga sebagai peluang bisnis.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan sampah beserta jenisnya ?
2.      Apa yang dimaksud dengan bank sampah ?
3.      Apa fungsi dari bank sampah ?
4.      Apa tujuan didirikannya bank sampah ?
5.      Apa manfaat bank sampah ?
6.      Bagaimana usaha bank sampah dalam penyelamatan lingkungan ?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian sampah dan jenisnya.
2.      Untuk mengetahui pengertian bank sampah.
3.      Untuk mengetahui fungsi dari bank sampah.
4.      Untuk mengetahui tujuan didirikannya bank sampah.
5.      Untuk mengetahui manfaat bank sampah.
6.      Untuk mengetahui usaha bank sampah dalam penyelamatan lingkungan.



BAB II
ISI

A.    Pengertian Sampah dan Jenisnya
            Sampah adalah sesuatu benda atau ha-hal yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan manusia (termasuk kegiatan industri), dan umumnya bersifat padat (karena air bekas tidak termasuk didalamnya), serta tidak terjadi dengan sendirinya.  
            Menurut Endang Haris (2010)  sampah merupakan benda padat buangan dari kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan, hotel, rumah makan, dan industri. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.
Kebanyakan masyarakat salah dalam mengartikan sampah. Mereka mengartikan bahwa sampah adalah sebagai benda yang sering menimbulkan masalah atau bencana dan tidak dapat dipakai lagi. Namun dalam kenyataannya masalah atau bencana itu bukanlah disebabkan hanya oleh sampah tetapi juga merupakan kesalahan dari manusia yang sering membuang sampah ke sungai, laut ataupun tepat – tepat lainnya yang tidak tepat. Mereka tidak peduli terhadap kelakuan mereka yang tidak tepat dengan membuang sampah disembarang tempat. Padahal pemerintah telah membuat banyak penampungan sampah sebagai tempat pembuangan sambah bagi para warga. Dan ketika sampah – sampah itu mengalir disungai sampah akan menyumbat aliran arus air sehingga air tidak akan dapat mengalir. Jadi pada saat terjadi hujan lebat maka air akan meluap dan meluber dari sungai sehingga akan menyebabkan terjadinya bencana banjir yang besar dan akan menimbulkan kerusakan juga kerugian harta benda yang sangat banyak.
Selain itu, sebenarnya sampah dapat berguna dan bermanfaat bagi manusia tetapi sayangnya kebanyakan orang jijik dan tidak peduli terhadap sampah yang berada dilingkungan mereka, padahal sebenarnya apabila mereka ingin berusaha untuk mengolah sampah, sampah akan menjadi berkurang dan mereka pun akan memperoleh keuntungan pula berupa penghasilan dengan menjual hasil karya mereka. Jadi sesungguhnya sampah itu bukan hanya benda tidak pakai dan sering menimbulkan bencana saja tetapi juga dapat bermanfaat bagi manusia apabila mereka mengolah sampah secara sungguh – sungguh dan optimal.
            Sampah dikelompokkan menurut jenis-jenis sampah, yaitu :
1.      Berdasarkan Sumbernya
a.       Sampah alam
b.      Sampah manusia
c.       Sampah konsumsi
d.      Sampah nuklir
e.       Sampah industri
f.       Sampah pertambangan
2.      Berdasarkan Sifatnya
a.       Sampah organik
Sampah Organik (dapat diurai), yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
b.      Sampah Anorganik
Sampah Anorganik (tidak terurai), yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
3.      Berdasarkan bentuknya
a.       Sampah Padat
            Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organic merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya. Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
Ø  Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
Ø  Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
-            Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
-            Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.
b.      Sampah Cair
                Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Ø  Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
Ø  Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Untuk mencegah sampah cair yakni dengan cara pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan.
c.       Sampah Alam
            Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
d.      Sampah Manusia
                Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
e.       Sampah Konsumsi
            Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
f.       Sampah Radioaktif
                Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).

B.     Pengertian dan Fungsi Bank Sampah
Bank Sampah adalah tempat untuk mengumpulkan berbagai macam sampah yang telah dipisah-pisahkan sesuai dengan jenisnya untuk disetorkan ke tempat bengkel kerja lingkungan atau yang lebih akrabnya disebut Bank Sampah, hasil setoran sampah akan ditabung dan dapat diambil atau dicairkan dalam jangka waktu tertentu dengan mengadopsi prinsip perbankan, jadi penyetor sampah akan mendapat buku tabungan. Adapula pendapat lain tentang bank sampah, yakni bank sampah adalah suatu system pengolahan sampah yang dirancang seperti mekanisme kerja di perbankan dimana masyarakat dapat menabung sampah yang dibuktikan adanya nomor rekening dan buku rekening tabungan sampah. Bank sampah memiliki arti hampir sama dengan bank-bank pada umumnya. Namun bank sampah disini adalah suatu wadah tempat penerimaan sampah dari masyarakat yang kemudian mereka akan merasakan hasil dari sampah yang disetorkan ke teller bank sampah.
Pada bank sampah, masyarakat menabung dalam bentuk sampah yang sudah dikelompokkan sesuai jenisnya. Mereka juga mendapatkan sejenis nomor rekening dan buku tabungan. Pada buku tabungan mereka tertera nilai Rupiah dari sampah yang sudah mereka tabung dan memang bisa ditarik dalam bentuk Rupiah (uang). Bank sampah bekerjasama dengan pengepul barang-barang plastik, kardus dan lain-lain, untuk bisa me-rupiahkan tabungan sampah masyarakat. Juga dengan pengolah pupuk organik untuk menyalurkan sampah organik yang ditabungkan.
Bank Sampah merupakan salah satu alternatif mengajak warga untuk eduli dengan sampah dan permasalahannya. Bank sampah merupakan sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, dengan memberikan imbalan berupa uang tunai ataupun voucher kepada warga yang memilah dan menyetorkan sejumlah sampah. Sampah-sampah yang disetorkan ke bank sampah dibedakan beberapa jenis, seperti sampah organik seperti potongan sayuran, sisa masakan mapun non organik seperti plastik, besi dan lainnya. Dengan begitu sampah yang masih dapat di daur ulang seperti bahan organik dapat dimanfaatkan untuk kompos ataupun bio gas. Sedangkan bahan non organik didaur ulang menjadi berbagai perabotan seperti tas, sendal dan lainnya. (Suhadi. 2002)
Adapun fungsi dari bank sampah dapat kita kategorikan sebagai berikut;
1.      Sebagai media edukasi bagi anak-anak usia dini tentang bagaimana kita memelihara lingkungan.
2.      Sarana belajar untuk masyarakat lebih terampil dalam mengolah sampah.
3.        Menghindari pencemaran lingkungan.
4.      Menjadikan sampah yang tidak dipandang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
5.      Dari segi ekonomi, membantu para pengepul sampah dan bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah akan memperoleh imbalan berupa uang.


C.    Tujuan dan Manfaat Bank Sampah
Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.
Tujuan didirikannya bank sampah, untuk memecah permasalahan sampah yang sampai saat ini belum juga bisa teratasi dengan baik. membiasakan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, mengiming-imingi warga agar mau memilah sampah sehingga lingkungannya bersih. Memaksimalkan pemanfaatan barang bekas, menanamkan pemahaman pada masyarakat bahwa barang bekas bisa berguna dan mengurangi jumlah barang bekas yang terbuang percuma.
Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka masyarakat selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan. Tampaknya pemikiran seperti itu pula yang ditangkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam hal ini pemerintah menargetkan membangun bank sampah di 250 kota di seluruh Indonesia, karena saat ini sampah sudah menjadi ancaman yang serius bila tidak dikelola dengan baik. Bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungannya.
Manfaat Bank Sampah adalah mengurangi jumlah sampah di lingkungan masyarakat, menambah penghasilan bagi masyarakat, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dan memupuk kesadaran diri masyarakat akan pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan hidup. Bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. (Apriadji. 2001)

D.    Pendirian dan Pengembangan Sistem Bank Sampah
            Ide Bank Sampah yang pertama dipeloporin dari Yogyakarta ini sangat unik dan Brilian sebab menyimpan sampah terdengar paradoks. Sampah adalah sesuatu yang biasanya tidak berguna dan dibuang. Jika dihitung secara kasar di Indonesia dengan 250 Juta penduduk kira-kita setara dengan 50 Juta KK, jika diasumsikan perharinya setiap KK menghasilkan dan membuang sampah rumah tangga rata-rata 2 kg, maka setiap hari ada 100 Ribu Ton sampah di Indonesia.
            Pengelolaan Bank Sampah juga mengikuti kaidah-kaidah yang terdapat dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, bahwa prinsip dalam mengelola sampah adalah reduce, reuse dan recycle (3R). Pembentukan bank sampah di lingkungan masyarakat dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah sampah di Tanah Air. Sebab, sampah menjadi ancaman bagi masyarakat dan lingkungan, jika tidak dikelola secara baik dan tepat dapat mengakibatkan terjadi banjir, penyebaran berbagai penyakit dan polusi. Adapun tiga hal utama yang diterapkan dalam pengembangan bank sampah adalah berorientasi pada manusia, sistem yang terstandardisasi dan pengembangan berkelanjutan. 

E.     Usaha bank sampah dalam penyelamatan lingkungan
            Masalah kepadatan penduduk masih menjadi permasalahan yang belum dapat teratasi. Sebenarnya, banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi kepadatan penduduk. Mulai dari transmigrasi hingga penyuluhan penggunaan alat kontrasepsi belum juga dapat mengatasi permasalahan tersebut. Padahal, program tersebut masih berlanjut hingga sekarang. Namun, penduduk Indonesia yang sudah banyak mengikuti program tersebut hanya dapat mengurangi sebagian kecil populasi penduduk saja. Faktanya, kepadatan penduduk di Indonesia sebegaian besar disumbang oleh Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat. Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian penuh pemerintah. Hal tersebut disebabkan kepadatan penduduk akan membuat berbagai masalah baru dalam berbagai aspek. Contoh yang dapat diambil dalam aspek kepadatan penduduk adalah semakin banyak penduduk, maka semakin banyak pula jumlah sampah. Hal tersebut juga berdampak pada aspek lainnya, seperti bencana banjir, masalah kesehatan, dan kemiskinan. Salah satu aspek saja seperti sampah semakin lama semakin banyak bila tidak segera ditangani, terutama di daerah perkotaan. Bahkan, daerah perkotaan yang berada di hilir juga akan terkena dampak dari banyaknya sampah yang ada di daerah pegunungan atau hulu.
            Kompleksitas permasalahan sampah ini perlu ditangani dengan strategi pengelolaan sampah yang memadai dan komprehensif atau menyeluruh. Fasilitas dari pemerintah juga harus didukung untuk mengangkut sampah yang telanjur hanyut bersama derasnya air di sungai atau kali. Kemudian peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi aspek penting agar pemerintah juga tidak terlalu berat kerjanya dalam menangani masalah sampah. Jika pemerintah tidak terlalu berat mengangkut sampah, maka pemerintah akan bisa beralih kerja dengan meningkatkan aspek lain, seperti penggusuran daerah kumuh, perbaikan pintu air, dan memperbanyak waduk serta taman kota. Hal tersebut bila direalisasikan akan dapat menggali potensi ekonomi sehingga masyarakat akan lebih sejahtera.
            Selagi menunggu kinerja pemerintah ada baiknya kita sebagai masyarakat yang mengerti dan peduli lingkungan harus melakukan sesuatu kegiatan untuk menjaga lingkungan. Hal tersebut yang dilakukan Pak Kusdiyanto. Meskipun ia adalah sarjana ekonomi, tetapi keprihatinan dan kepeduliannya terhadap lingkungan mendorongnya menciptakan program yang bernama Bank Sampah. Program tersebut dapat diartikan sebagai kegiatan menabung, barter, atau simpan pinjam yang anorganik dari sampah yang memiliki nilai ekonomi. Pada prinsipnya, mekanisme prosesnya sama seperti bank, tetapi objeknya sampah. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Maksud dari program ini juga dapat menghasilkan uang. Masyarakat akan mendapat imbalan dari usahanya mengurangi sampah tersebut. Hal ini diharapkan akan dapat menimbulkan minat terhadap program ini. Program yang termasuk ke dalam kegiatan ekonomi kreatif dan lingkungan ini mampu menghasilkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Sampah yang terkumpul tersebut oleh Bank Sampah akan diolah menjadi berbagai kerajinan tangan yang dapat imanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil produk sampah dari Bank Sampah ini ada yang berupa tas, robot, hiasan, dan lain sebagainya. usaha positif yang membantu meyelamatkan lingkungan ini sangat sayang bila tidak dilanjutkan atau dikembangkan. Oleh karena itu, sebagai orang yang berpendidikan, usaha kreatif ini perlu menjadi perhatian dan direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.


BAB III
Kesimpulan

            Pembuatan bank sampah merupakan cara yang tepat untuk dilakukan, karena dapat mengurangi tumpukan sampah yang ada disekitar. Bank sampah juga dapat membuat suatu ladang pekerjaan bagi masyarakat, dengan mengolah sampah-sampah yang ada di dalamnya menjadi barang-barang yang masih layak untuk digunakan kembali. Tentunya usaha tersebut akan mendatangkan materi. Dalam upaya penyelamatan lingkungan hal yang dilakukan adalah mengurangi populasi penduduk yang ada di suatu tempat, karena semakin banyak penduduk, maka semakin banyak pula jumlah sampah. Hal tersebut juga berdampak pada aspek lainnya, seperti bencana banjir, masalah kesehatan, dan kemiskinan. Salah satu aspek saja seperti sampah semakin lama semakin banyak bila tidak segera ditangani, terutama di daerah perkotaan. Bahkan, daerah perkotaan yang berada di hilir juga akan terkena dampak dari banyaknya sampah yang ada di daerah pegunungan atau hulu.




DAFTAR PUSTAKA

Apriadji, Wied Harry. 2001. Memproses sampah. Jakarta: Penebar Swadaya
Hermono, Ulli. 2009. Inspirasi dari Limbah Plastik. Jakarta : Kawan Pustaka
Suhadi. 2002. Wiraswasta Sampah. Surabaya: Bina Ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar