MAKALAH
BANK SAMPAH: USAHA PENYELAMATAN LINGKUNGAN
Diajukan
untuk memenuhi tugas mandiri (UTS)
mata kuliah ilmu lingkungan.
Mata
kuliah : Ilmu
Lingkungan
Dosen
pengampu :
Ina Rosdiana Lesmanawati, Msi
Disusun oleh:
Hanifah Eka Solekha
14121610753
Fakultas
Tarbiyah IPA Biologi-C/ V
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI
CIREBON
2014
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga penulis berhasil
menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Bank Sampah: Usaha Penyelamatan
Lingkungan” untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu
Lingkungan.
Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu kami sangat memerlukan kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun yang selalu kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Harapan penulis tiada lain hanya muda-mudahan makalah ini
bermanfaat bagi para pembaca dan semoga Allah SWT tetap memberikan bimbinganNya
kepada kita semua.
Cirebon,
Oktober 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Seiring peningkatan
populasi penduduk dan pertumbuhan ekonomi saat ini pengelolaan sampah sebagian
kota besar masih menimbulkan permasalahan yang sulit dikendalikan. Timbunan
sampah yang tidak terkendali terjadi sebagai konsekuensi logis dari aktivitas
manusia dan industrialisasi, yang kemudian berdampak pada permasalahan
lingkungan perkotaan seperti keindahan kota, kesehatan masyarakat, dan lebih
jauh lagi terjadinya bencana (ledakan gas metan, tanahlongsor, pencemaran udara
akibat pembakaran terbuka dan lain-lain).
Di sisi lain, pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh dinas terkait
hanya berfokus pada pengumpulan dan pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir
(TPA) tanpa melalui pengolahan tertentu. Kebanyakan TPA bermasalah terhadap
lingkungan hidup, misalnya TPA tidak dilapisi oleh lapisan kedap air seperti
geotextile, tidak ada pengolahan air lindi, dan masih diizinkannya praktik open
dumping dan open burning. Sehingga banyak
menyebabkan permasalahan seperti pencemaran air lindi ke air tanah, bau
busuk dan pencemaran udara. Pengolahan sampah adalah perlakuan terhadap sampah
yang bertujuan memperkecil atau menghilangkan masalah-masalah yang berkaitan
dengan lingkungan.
Kegiatan pengolahan sampah ini dapat menimbulkan multiplier
effect melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Masyarakat mulai
terangsang untuk menciptakan berbagai teknologi pendukung pengelolaan sampah,
mulai dari teknologi tempat-tempat penampungan sampah di rumah tangga untuk
dijadikan pupuk kompos, teknologi pemanfaatan sampah menjadi produk yang
bernilai ekonomis dan pemasaran hasil pengolahan sampah. Kesemua teknologi
pendukung yang dihasilkan tersebut sangat berpeluang untuk dilakukan di rumahtangga
sebagai peluang bisnis.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan sampah beserta jenisnya ?
2.
Apa yang
dimaksud dengan bank sampah ?
3.
Apa fungsi dari
bank sampah ?
4.
Apa tujuan
didirikannya bank sampah ?
5.
Apa manfaat
bank sampah ?
6.
Bagaimana usaha
bank sampah dalam penyelamatan lingkungan ?
C.
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui pengertian sampah dan jenisnya.
2.
Untuk
mengetahui pengertian bank sampah.
3.
Untuk mengetahui
fungsi dari bank sampah.
4.
Untuk
mengetahui tujuan didirikannya bank sampah.
5.
Untuk
mengetahui manfaat bank sampah.
6.
Untuk
mengetahui usaha bank sampah dalam penyelamatan lingkungan.
BAB
II
ISI
A.
Pengertian Sampah dan Jenisnya
Sampah
adalah sesuatu benda atau ha-hal yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak
disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan
manusia (termasuk kegiatan industri), dan umumnya bersifat padat (karena air
bekas tidak termasuk didalamnya), serta tidak terjadi dengan sendirinya.
Menurut Endang Haris (2010) sampah merupakan benda padat buangan dari
kegiatan rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan, hotel, rumah makan,
dan industri. Sampah merupakan material
sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat
keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk
yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan
tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan
maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.
Kebanyakan masyarakat
salah dalam mengartikan sampah. Mereka
mengartikan bahwa sampah adalah sebagai benda yang sering menimbulkan masalah
atau bencana dan tidak dapat dipakai lagi. Namun dalam kenyataannya masalah
atau bencana itu bukanlah disebabkan hanya oleh sampah tetapi juga merupakan
kesalahan dari manusia yang sering membuang sampah ke sungai, laut ataupun
tepat – tepat lainnya yang tidak tepat. Mereka tidak peduli terhadap kelakuan
mereka yang tidak tepat dengan membuang sampah disembarang tempat. Padahal
pemerintah telah membuat banyak penampungan sampah sebagai tempat pembuangan
sambah bagi para warga. Dan ketika sampah – sampah itu mengalir disungai sampah
akan menyumbat aliran arus air sehingga air tidak akan dapat mengalir. Jadi
pada saat terjadi hujan lebat maka air akan meluap dan meluber dari sungai
sehingga akan menyebabkan terjadinya bencana banjir yang besar dan akan
menimbulkan kerusakan juga kerugian harta benda yang sangat banyak.
Selain itu, sebenarnya sampah dapat berguna
dan bermanfaat bagi manusia tetapi sayangnya kebanyakan orang jijik dan tidak
peduli terhadap sampah yang berada dilingkungan mereka, padahal sebenarnya
apabila mereka ingin berusaha untuk mengolah sampah, sampah akan menjadi
berkurang dan mereka pun akan memperoleh keuntungan pula berupa penghasilan
dengan menjual hasil karya mereka. Jadi sesungguhnya sampah itu bukan hanya
benda tidak pakai dan sering menimbulkan bencana saja tetapi juga dapat
bermanfaat bagi manusia apabila mereka mengolah sampah secara sungguh – sungguh
dan optimal.
Sampah
dikelompokkan menurut jenis-jenis sampah, yaitu :
1. Berdasarkan Sumbernya
a. Sampah alam
b. Sampah manusia
c. Sampah konsumsi
d. Sampah nuklir
e. Sampah industri
f. Sampah pertambangan
2. Berdasarkan Sifatnya
a. Sampah organik
Sampah Organik (dapat diurai), yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran,
daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi
kompos.
b. Sampah Anorganik
Sampah Anorganik (tidak terurai), yaitu sampah yang tidak mudah membusuk,
seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan
gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku
dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat
dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman,
kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
3. Berdasarkan bentuknya
a. Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia,
urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah
kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini
dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organic merupakan
sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti
sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah
tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan
sebagainya. Berdasarkan
kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
Ø
Biodegradable:
yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik
aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian
dan perkebunan.
Ø
Non-biodegradable:
yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi
menjadi:
-
Recyclable:
sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara
ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
-
Non-recyclable:
sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah
kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.
b. Sampah Cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang telah
digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Ø
Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung
patogen yang berbahaya.
Ø
Limbah
rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat
cucian. Sampah ini
mungkin mengandung patogen. Sampah
dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan
dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan
sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam
kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri
(dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan
konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu,
dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Untuk
mencegah sampah cair yakni dengan cara
pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan.
c. Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui
proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai
menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah,
misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
d. Sampah Manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa
digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin.
Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat
digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus
dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah
pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang
higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran
pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya
melalui sistem urinoir tanpa air.
e. Sampah Konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia)
pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat
sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian,
jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan
sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
f. Sampah Radioaktif
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang
menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan
juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak
berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas tempat-tempat yang dituju biasanya
bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih
dilakukan).
B. Pengertian dan Fungsi Bank Sampah
Bank Sampah adalah tempat untuk mengumpulkan
berbagai macam sampah yang telah dipisah-pisahkan sesuai dengan jenisnya untuk
disetorkan ke tempat bengkel kerja lingkungan atau yang lebih akrabnya disebut
Bank Sampah, hasil setoran sampah akan ditabung dan dapat diambil atau
dicairkan dalam jangka waktu tertentu dengan mengadopsi prinsip perbankan, jadi
penyetor sampah akan mendapat buku tabungan. Adapula pendapat lain tentang bank
sampah, yakni bank
sampah adalah suatu system pengolahan sampah yang dirancang seperti mekanisme
kerja di perbankan dimana masyarakat dapat menabung sampah yang dibuktikan
adanya nomor rekening dan buku rekening tabungan sampah. Bank sampah memiliki
arti hampir sama dengan bank-bank pada umumnya. Namun bank sampah disini adalah
suatu wadah tempat penerimaan sampah dari masyarakat yang kemudian mereka akan
merasakan hasil dari sampah yang disetorkan ke teller bank sampah.
Pada bank sampah, masyarakat menabung dalam bentuk
sampah yang sudah dikelompokkan sesuai jenisnya. Mereka juga mendapatkan
sejenis nomor rekening dan buku tabungan. Pada buku tabungan mereka tertera
nilai Rupiah dari sampah yang sudah mereka tabung dan memang bisa ditarik dalam
bentuk Rupiah (uang). Bank sampah bekerjasama dengan pengepul barang-barang
plastik, kardus dan lain-lain, untuk bisa me-rupiahkan tabungan sampah
masyarakat. Juga dengan pengolah pupuk organik untuk menyalurkan sampah organik
yang ditabungkan.
Bank Sampah merupakan salah satu
alternatif mengajak warga untuk eduli dengan sampah dan permasalahannya. Bank
sampah merupakan sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, dengan
memberikan imbalan berupa uang tunai ataupun voucher kepada warga yang memilah
dan menyetorkan sejumlah sampah. Sampah-sampah
yang disetorkan ke bank sampah dibedakan beberapa jenis, seperti sampah organik
seperti potongan sayuran, sisa masakan mapun non organik seperti plastik, besi
dan lainnya. Dengan begitu sampah yang masih dapat di daur ulang seperti bahan
organik dapat dimanfaatkan untuk kompos ataupun bio gas. Sedangkan bahan non
organik didaur ulang menjadi berbagai perabotan seperti tas, sendal dan
lainnya. (Suhadi. 2002)
Adapun fungsi dari bank sampah dapat kita
kategorikan sebagai berikut;
1.
Sebagai
media edukasi bagi anak-anak usia dini tentang bagaimana kita memelihara
lingkungan.
2. Sarana belajar untuk masyarakat lebih terampil
dalam mengolah sampah.
3. Menghindari
pencemaran lingkungan.
4. Menjadikan sampah yang tidak dipandang menjadi
sesuatu yang bernilai ekonomis.
5. Dari segi ekonomi, membantu para pengepul sampah
dan bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah akan memperoleh imbalan berupa
uang.
C.
Tujuan dan Manfaat Bank Sampah
Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar
dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari
sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus
diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak
hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.
Tujuan didirikannya bank sampah, untuk memecah
permasalahan sampah yang sampai saat ini belum juga bisa teratasi dengan baik.
membiasakan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, mengiming-imingi
warga agar mau memilah sampah sehingga lingkungannya bersih. Memaksimalkan
pemanfaatan barang bekas, menanamkan pemahaman pada masyarakat bahwa barang
bekas bisa berguna dan mengurangi jumlah barang bekas yang terbuang percuma.
Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang
bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka masyarakat selain menjadi
disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari
sampah-sampah yang mereka kumpulkan. Tampaknya pemikiran seperti itu pula yang
ditangkap oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dalam hal ini pemerintah
menargetkan membangun bank sampah di 250 kota di seluruh Indonesia, karena saat
ini sampah sudah menjadi ancaman yang serius bila tidak dikelola dengan baik.
Bukan tidak mungkin beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia
akan hidup bersama tumpukan sampah di lingkungannya.
Manfaat Bank Sampah adalah mengurangi jumlah
sampah di lingkungan masyarakat, menambah penghasilan bagi masyarakat,
menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dan memupuk kesadaran diri
masyarakat akan pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan hidup. Bank sampah
tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R
sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan
lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. (Apriadji. 2001)
D. Pendirian dan Pengembangan Sistem
Bank Sampah
Ide Bank Sampah yang pertama dipeloporin dari Yogyakarta ini sangat
unik dan Brilian sebab menyimpan sampah terdengar paradoks. Sampah adalah
sesuatu yang biasanya tidak berguna dan dibuang. Jika dihitung secara kasar di
Indonesia dengan 250 Juta penduduk kira-kita setara dengan 50 Juta KK, jika
diasumsikan perharinya setiap KK menghasilkan dan membuang sampah rumah tangga
rata-rata 2 kg, maka setiap hari ada 100 Ribu Ton sampah di Indonesia.
Pengelolaan
Bank Sampah juga mengikuti kaidah-kaidah yang terdapat dalam Undang-undang
nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, bahwa prinsip dalam mengelola
sampah adalah reduce, reuse dan recycle (3R). Pembentukan bank sampah di
lingkungan masyarakat dapat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah
sampah di Tanah Air. Sebab, sampah menjadi ancaman bagi masyarakat dan
lingkungan, jika tidak dikelola secara baik dan tepat dapat mengakibatkan
terjadi banjir, penyebaran berbagai penyakit dan polusi. Adapun tiga hal utama yang diterapkan dalam pengembangan bank sampah
adalah berorientasi pada manusia, sistem yang terstandardisasi dan pengembangan
berkelanjutan.
E. Usaha bank sampah dalam
penyelamatan lingkungan
Masalah kepadatan penduduk masih menjadi permasalahan yang belum
dapat teratasi. Sebenarnya, banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk
mengurangi kepadatan penduduk. Mulai dari transmigrasi hingga penyuluhan
penggunaan alat kontrasepsi belum juga dapat mengatasi permasalahan tersebut.
Padahal, program tersebut masih berlanjut hingga sekarang. Namun, penduduk
Indonesia yang sudah banyak mengikuti program tersebut hanya dapat mengurangi
sebagian kecil populasi penduduk saja. Faktanya, kepadatan penduduk di
Indonesia sebegaian besar disumbang oleh Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat. Hal
tersebut seharusnya menjadi perhatian penuh pemerintah. Hal tersebut disebabkan
kepadatan penduduk akan membuat berbagai masalah baru dalam berbagai aspek.
Contoh yang dapat diambil dalam aspek kepadatan penduduk adalah semakin banyak
penduduk, maka semakin banyak pula jumlah sampah. Hal tersebut juga berdampak
pada aspek lainnya, seperti bencana banjir, masalah kesehatan, dan kemiskinan.
Salah satu aspek saja seperti sampah semakin lama semakin banyak bila tidak
segera ditangani, terutama di daerah perkotaan. Bahkan, daerah perkotaan yang
berada di hilir juga akan terkena dampak dari banyaknya sampah yang ada di
daerah pegunungan atau hulu.
Kompleksitas permasalahan sampah ini perlu ditangani dengan
strategi pengelolaan sampah yang memadai dan komprehensif atau menyeluruh.
Fasilitas dari pemerintah juga harus didukung untuk mengangkut sampah yang
telanjur hanyut bersama derasnya air di sungai atau kali. Kemudian peningkatan
kesadaran masyarakat juga menjadi aspek penting agar pemerintah juga tidak
terlalu berat kerjanya dalam menangani masalah sampah. Jika pemerintah tidak
terlalu berat mengangkut sampah, maka pemerintah akan bisa beralih kerja dengan
meningkatkan aspek lain, seperti penggusuran daerah kumuh, perbaikan pintu air,
dan memperbanyak waduk serta taman kota. Hal tersebut bila direalisasikan akan
dapat menggali potensi ekonomi sehingga masyarakat akan lebih sejahtera.
Selagi
menunggu kinerja pemerintah ada baiknya kita sebagai masyarakat yang mengerti
dan peduli lingkungan harus melakukan sesuatu kegiatan untuk menjaga
lingkungan. Hal tersebut
yang dilakukan Pak Kusdiyanto. Meskipun ia adalah sarjana ekonomi, tetapi
keprihatinan dan kepeduliannya terhadap lingkungan mendorongnya menciptakan
program yang bernama Bank Sampah. Program tersebut dapat diartikan sebagai
kegiatan menabung, barter, atau simpan pinjam yang anorganik dari sampah yang
memiliki nilai ekonomi. Pada prinsipnya, mekanisme prosesnya sama seperti bank,
tetapi objeknya sampah. Hal ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kepedulian
terhadap lingkungan. Maksud dari program ini juga dapat menghasilkan uang.
Masyarakat akan mendapat imbalan dari usahanya mengurangi sampah tersebut. Hal
ini diharapkan akan dapat menimbulkan minat terhadap program ini. Program yang
termasuk ke dalam kegiatan ekonomi kreatif dan lingkungan ini mampu
menghasilkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Sampah yang terkumpul
tersebut oleh Bank Sampah akan diolah menjadi berbagai kerajinan tangan yang
dapat imanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil produk sampah dari Bank
Sampah ini ada yang berupa tas, robot, hiasan, dan lain sebagainya. usaha positif
yang membantu meyelamatkan lingkungan ini sangat sayang bila tidak dilanjutkan
atau dikembangkan. Oleh karena itu, sebagai orang yang berpendidikan, usaha
kreatif ini perlu menjadi perhatian dan direalisasikan dalam kehidupan
sehari-hari.
BAB
III
Kesimpulan
Pembuatan
bank sampah merupakan cara yang tepat untuk dilakukan, karena dapat mengurangi
tumpukan sampah yang ada disekitar. Bank sampah juga dapat membuat suatu ladang
pekerjaan bagi masyarakat, dengan mengolah sampah-sampah yang ada di dalamnya
menjadi barang-barang yang masih layak untuk digunakan kembali. Tentunya usaha
tersebut akan mendatangkan materi. Dalam upaya penyelamatan lingkungan hal yang
dilakukan adalah mengurangi populasi penduduk yang ada di suatu tempat, karena semakin banyak penduduk, maka semakin banyak pula jumlah sampah.
Hal tersebut juga berdampak pada aspek lainnya, seperti bencana banjir, masalah
kesehatan, dan kemiskinan. Salah satu aspek saja seperti sampah semakin lama
semakin banyak bila tidak segera ditangani, terutama di daerah perkotaan.
Bahkan, daerah perkotaan yang berada di hilir juga akan terkena dampak dari
banyaknya sampah yang ada di daerah pegunungan atau hulu.
DAFTAR
PUSTAKA
Apriadji, Wied
Harry. 2001. Memproses sampah. Jakarta: Penebar Swadaya
Hermono, Ulli.
2009. Inspirasi dari Limbah Plastik.
Jakarta : Kawan Pustaka
Suhadi. 2002. Wiraswasta
Sampah. Surabaya: Bina Ilmu
Anonim. http://dessyhandayanis.blogspot.com/2013/11/apa-itu-bank-sampah-dan-apa-manfaatnya.html. Diakses tanggal 16/10/2014
Anonim. http://aldyputra.net/2012/01/pengertian-sampah-organik-dan-non-organik/. Diakses tanggal 17/10/2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar