Kelompok 6
T.IPA-BIOLOGI.C/VI
“UJI AKTIVITAS ENZIM
BROMELIN DAN PAPAIN ”
Abstrak
Enzim bromelin adalah enzim yang
secara alami terdapat pada buah, batang nanas ataupun kulit nanas. Percobaan
ini bertujuan untuk menunjukkan aktivitas enzim dan membuktikan dan
membandingkan cara kerja bromelin dan papain pada suhu yang berbeda. Enzim
bromelin mampu menguraikan serat-serat daging sehingga daging menjadi lebih
empuk. Buah nanas mengandung enzim bromelin
yang dapat melunakkan daging. Enzim papain
terdapat dalam getah papaya, baik pada buah, batang dan daun yang mampu
melakukan proses pemecahan jaringan ikat yang disebut proses proteolitik.
Suhu mempengaruhi kerja enzim, yaitu bahwa
suhu kamar akan membuat enzim bereaksi lebih optimal.
Kata Kunci : kromosom, mutasi,
colchicine
1.
Pendahuluan
Enzim merupakan protein yang berfungsi sebagai biokatalis
dalam sel hidup. Kelebihan enzim dibandingkan katalis biasa adalah dapat
meningkatkan produk beribu kali lebih tinggi, bekerja pada pH yang relatif
netral dan suhu yang relatif rendah, dan bersifat spesifik dan selektif
terhadap substrat tertentu. Enzim bromelin adalah enzim yang secara alami
terdapat pada buah, batang nanas ataupun kulit nanas. Bromelin termasuk enzim
proteolitik yang membantu mencerna protein. Enzim bromelin yang dapat membantu
memperlancar pencernaan dalam lambung akan diuji coba pengaruhnya. Nanas
mengandung Proteolytic enzyme bromelin
yang berfungsi mencernakan makanan dan melarutkan protein.
Protein bromelin memiliki potensi yang sama dengan
papainyang ditemukan pada pepaya yang dapat mencerna protein sebesar 1000 kali
beratnya, sehingga nanas bermanfaat sebagai penghancur lemak. Bromelin dapat
membantu melarutkan pembentukan mukus dan juga mempercepat pembuangan lemak
melalui ginjal. Bromelin juga memiliki asam sitrat dan malat yang penting dan
diperlukan untuk memperbaiki proses pembuangan lemak dan mangan, dan menjadi
komponen penting enzim tertentu yang diperlukan dalam metabolisme protein karbohidrat.
Sedangkan papain merupakan enzim protease yang terkandung dalam getah pepaya,
baik dalam buah, batang dan daunnya. Papain juga merupakan suatu zat yang mampu
memecah protein, khususnya pada daging agar lebih empuk atau lunak. Sebagai
enzim yang berkemampuan memecah molekul protein.
2.
Alat dan Bahan
a. Alat
-
Beaker
glass
-
Gelas ukur
b.
Bahan
-
Daging
sapi
-
Jus
Nanas
-
Daun
pepaya atau kulit pepaya
3.
Cara
kerja
a. Menyiapkan 4 buah beaker glass yang masing-masing diisi
dengan potongan daging
b. Beaker glass pertama dan kedua diisi dengan daging sapi
dan jus nanas secukupnya
c. Beaker glass ketiga dan keempat diisi dengan daging sapi
kemudian memasukkan tumbukan daun pepaya
d. Menaruh beaker glass pertama dan ketiga dalam suhu kamar
dan menaruh beaker glass kedua dan keempat ke dalam lemari es
e. Mengamati perubahan yang terjadi dan membandingkan
keempukan daging sapi dari masing-masing perlakuan
4.
Hasil
Buah nanas
mengandung enzim bromelain, (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein,
protease atau peptide), sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging .
Enzim tersebut akan bekerja secara optimal tergantung dari konsentrasi yang
diberikan. Sama halnya dengan enzim papain yang bekerja optimal pada suhu
tertentu. Enzim bromelin mampu menguraikan serat-serat daging, sehingga daging
menjadi lebih empuk.
Proses
pengempukan terjadi karena proteolisis pada berbagai fraksi protein daging oleh
enzim. Proteolisis kolagen menjadi hidroksiprolin mengakibatkan shear force
kolagen berkurang sehingga keempukan daging meningkat. Proteolisis miofibril
menghasilkan fragmen protein dengan rantai peptida lebih pendek. Semakin banyak
terjadi proteolisis pada miofibril, maka semakin banyak protein terlarut dalam
larutan garam encer. Terhidrolisisnya kolagen dan miofibril menyebabkan hilangnya
ikatan antarserat dan juga pemecahan serat menjadi fragmen yang lebih pendek,
menjadikan sifat serat otot lebih mudah terpisah sehingga daging semakin empuk.
Daging yang
diberi enzim bromelin dalam suhu kamar lebih bekerja optimal mengempukkan daging
sapi dibandingkan dengan daging sapi yang diberi enzim bromelin pada suhu
lemari es. Sama halnya dengan daging sapi yang diberi enzim papain dan
ditempatkan dalam suhu kamar hasilnya lebih optimal dapat mengempukkan daging
sapi dibandingkan dengan daging sapi yang diberi enzim papain dan di tempatkan
pada suhu lemari es.
Sebagian protein
akan mengalami denaturasi bila suhunya dinaikkan yang mengakibatkan konsentrasi
efektif enzim akan menurun dan daya kerja enzim akan menurun pula. Suhu optimum
enzim bromelin adalah 50 sampai 60oC, tetapi pada kisaran 30 sampai
60oC enzim masih bisa bekerja dengan baik. Berdasarkan percobaan.
terbukti bahwa suhu berpengaruh terhadap optimalnya kerja enzim, dengan kata
lain baik enzim bromelin maupun enzim papain dapat bereaksi optimal pada suhu
kamar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar