Kelompok6
T.IPA-BIOLOGI.C/VI
“MUTASI DUPLIKASI
JUMLAH KROMOSOM DAN KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN MELON”
Abstrak
Kromosom merupakan pembawa bahan
genetik yang terdapat di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Mutasi kromosom adalah perubahan yang
terjadi pada struktur kromosom. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terjadinya penggandaan kromosom pada tanaman
akibat perlakuan colchicine. Tanaman polyploidi merupakan tanaman
yang jumlah kromosomnya lebih banyak dari tanaman diploid, sehingga tanaman
nampak lebih besar. Hasil pengamatan tanaman melon dapat
tumbuh lebih besar sedangkan pada tanaman semangka tidak mengalami pertumbuhan. Pemberian kolkisin pada melon dapat mempengaruhi
jumlah kromosom. Pemberian kolkisin tersebut meningkatkan jumlah dan
menyebabkan variasi ploidi kromosom pada tanaman melon.
Kata Kunci : kromosom, mutasi,
colchicine
1.
Pendahuluan
Kromosom merupakan pembawa bahan genetik yang terdapat di
dalam inti sel setiap makhluk hidup. Kromosom berbentuk batang panjang atau
pendek dan lurus atau bengkok. Mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi
pada struktur kromosom. Mutasi kromosom bisa terjadi secara spontan ataupun
tidak spontan. Salah satu penyebab kromosom misalnya adalah radiasipada
kromosom. Akibat dari mutasi kromosom misalnya adalah berbagai kelainan genetik
seperti sindrom Wolf-Hirschhorn, sindrom turner, sindrom klinefelter, dan
lainnya. Mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada struktur kromosom.
Berdasarkan faktor penyebabnya, mutasi dapat dibedakan
menjadi dua macam yaitu:
a.
Mutasi
alamiah.
Mutasi
alam adalah mutasi yang terjadi dengan sendirinya atau penyebabnya tidak
diketahui secara pasti sehingga mutasi ini terjadi secara sponten. Mutasi alam diduga
disebabkan oleh sinar kosmis (proton, positron, photon), sinar radioaktif
(uranium), sinar ultraviolet, dan radiasi ionisasi internal, yaitu bahan
radioaktif dalam suatu jaringan tubuh yang berpindah masuk ke jaringan lainnya.
b.
Mutasi
buatan (Induksi)
Mutasi
buatan adalah mutasi yang terjadi akibat campur tangan manusia. Mutasi buatan
ini memang sengaja dibuat oleh manusia untuk suatu kepentingan tertentu dan
diambil manfaatnya.
2.
Alat dan Bahan
a. Alat
-
Gelas ukur
-
Pipet ukur
-
Timbangan
analitik mikro
-
Polybag
-
Media tanam
b.
Bahan
-
Beniih
tanaman 2 n (9 biji semangka dan melon)
-
Colchicine
murni
-
Aquades
-
Lanoline
-
Ethanol
90%
3.
Cara
kerja
a.
Pembuatan Colchicine
·
Memperoleh
larutan Colchicine 1% dengan cara melarutkan 100mg colchicine murni dalam 1-2
ml etanol 90%
·
Menambahkan
2 gram lanolin kemudian mengencerkan dengan aquadest sampai volume 10 ml. Jika
membutuhkan volume larutan yang lebih banyak, takaran tersebut dilipat gandakan
sesuai kebutuhan
·
Memasukkan
biji melon dan semangka ke dalam larutan tersebut dan menunggu untuk ditanam
selama 24 jam
b.
Pembibitan tanaman
·
Penanaman
dilakukan pada pagi hari sekitar jam 06.00
·
Menyiapkan
media tanam dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan
perbandingan 1 : 2 : 2
·
Memasukkan
media tersebut pada polybag, setiap polybag
ditanami 2 biji tanaman melon ataupun semangka
4.
Hasil
Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan pada
tanaman melon. Pada daun tanaman melon lebih besar, bentuknya lebih membulat
dan batangnya pun lebih besar dari tanaman melon pada umumnya. Akan tetapi pada
tanaman semangka tidak terjadi pertumbuhan. Menurut
Soepomo (1968), tanaman yang diberi colchicine awalnya menunjukkan pertumbuhan
yang agak lambat, tetapi pertumbuhan melebar lebih besar sehingga
memperlihatkan bentuk yang tidak wajar. Setelah itu tanaman akan tumbuh
normal. Faktor-faktor yang menyebabkan colchicine tidak bekerja dengan baik
adalah perendaman biji yang terlalu lama. Hal ini menyebabkan biji-biji
yang direndam banyak yang mati. Menurut Suryo (1995), sel-sel tumbuhan
umumnya tahan terhadap konsentrasi larutan colchicine yang relatif kuat, tetapi
penggunaan konsentrasi larutan yang terlalu kuat dalam waktu lama akan
memberikan hasil yang kurang baik. Faktor yang lain adalah media tanam
yang kurang memadai, daya efektifitas dari colchicine yang berubah disebabkan
oleh sinar matahari, penyiraman yang kurang teratur, serta adanya faktor
lingkungan yang tidak menguntungkan. Hal tersebut kemungkinan terjadi pada
tanaman semangka
Tanaman yang
poliploid mempunyai jumlah kromosom lebih banyak dari pada tanaman diploid,
maka biasanya tanaman kelihatan lebih besar (akar, batang, daun, bunga, dan
buah), sel-selnya (tampak jelas pada sel-sel epidermis) lebih besar, inti sel
juga lebih besar, berkas buluh pengangkutan mempunyai diameter lebih besar,
stomata juga lebih besar (Suryo, 1995). Menurut Allard (1989), efek colchicine
dapat meningkatkan volume (ukuran) dari bagian tanaman. Popyploidisasi
colchicine mempunyai sel-sel lebih besar. Selama konsentrasi kritis colchicine
dipertahankan dalam sel, pelipatgandaan diulang berkali-kali setelah 3 sampai 4
hari beberapa ratus kromosom dapat terjadi dalam beberapa sel. Jika efek
colchicine hilang, sel-sel polyploid memproduksi inti anak seperti mereka
sendiri. Hal ini juga sama dengan pendapat Crowder (1988), yaitu
pemberian colchicine pada titik tumbuh dari tanaman akan mencegah pembentukan
serabut gelondong dan pemisahan kromosom pada anafase dari mitosis, sehingga
menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel. Biasanya
konsentrasi 0,5 sampai 1% colchicine dapat mengakibatkan polyploidi.
Apabila pemberian colchicine hanya sebentar saja, maka serat panjang akan
terbentuk kembali dan sel-sel diploid akan membentuk dan memproduksi anak inti
seperti induk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar