Sabtu, 07 November 2015

Artikel Biologi



Kelompok6
T.IPA-BIOLOGI.C/VI

“MUTASI DUPLIKASI JUMLAH KROMOSOM DAN KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN MELON”

Abstrak
Kromosom merupakan pembawa bahan genetik yang terdapat di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada struktur kromosom. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh terjadinya penggandaan kromosom pada tanaman akibat perlakuan colchicine. Tanaman polyploidi merupakan tanaman yang jumlah kromosomnya lebih banyak dari tanaman diploid, sehingga tanaman nampak lebih besar. Hasil pengamatan tanaman melon dapat tumbuh lebih besar sedangkan pada tanaman semangka tidak mengalami pertumbuhan. Pemberian kolkisin pada melon dapat mempengaruhi jumlah kromosom. Pemberian kolkisin tersebut meningkatkan jumlah dan menyebabkan variasi ploidi kromosom pada tanaman melon.

Kata Kunci : kromosom, mutasi, colchicine

1.      Pendahuluan
Kromosom merupakan pembawa bahan genetik yang terdapat di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Kromosom berbentuk batang panjang atau pendek dan lurus atau bengkok. Mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada struktur kromosom. Mutasi kromosom bisa terjadi secara spontan ataupun tidak spontan. Salah satu penyebab kromosom misalnya adalah radiasipada kromosom. Akibat dari mutasi kromosom misalnya adalah berbagai kelainan genetik seperti sindrom Wolf-Hirschhorn, sindrom turner, sindrom klinefelter, dan lainnya. Mutasi kromosom adalah perubahan yang terjadi pada struktur kromosom.
Berdasarkan faktor penyebabnya, mutasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a.       Mutasi alamiah.
Mutasi alam adalah mutasi yang terjadi dengan sendirinya atau penyebabnya tidak diketahui secara pasti sehingga mutasi ini terjadi secara sponten. Mutasi alam diduga disebabkan oleh sinar kosmis (proton, positron, photon), sinar radioaktif (uranium), sinar ultraviolet, dan radiasi ionisasi internal, yaitu bahan radioaktif dalam suatu jaringan tubuh yang berpindah masuk ke jaringan lainnya.
b.      Mutasi buatan (Induksi)
Mutasi buatan adalah mutasi yang terjadi akibat campur tangan manusia. Mutasi buatan ini memang sengaja dibuat oleh manusia untuk suatu kepentingan tertentu dan diambil manfaatnya.

2.      Alat dan Bahan
a.       Alat
-          Gelas ukur
-          Pipet ukur
-          Timbangan analitik mikro
-          Polybag
-          Media tanam
b.      Bahan
-          Beniih tanaman 2 n (9 biji semangka dan melon)
-          Colchicine murni
-          Aquades
-          Lanoline
-          Ethanol 90%

3.        Cara kerja
a.      Pembuatan Colchicine
·         Memperoleh larutan Colchicine 1% dengan cara melarutkan 100mg colchicine murni dalam 1-2 ml etanol 90%
·         Menambahkan 2 gram lanolin kemudian mengencerkan dengan aquadest sampai volume 10 ml. Jika membutuhkan volume larutan yang lebih banyak, takaran tersebut dilipat gandakan sesuai kebutuhan
·         Memasukkan biji melon dan semangka ke dalam larutan tersebut dan menunggu untuk ditanam selama 24 jam
b.      Pembibitan tanaman
·         Penanaman dilakukan pada pagi hari sekitar jam 06.00
·         Menyiapkan media tanam dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 2 : 2
·         Memasukkan media tersebut pada polybag, setiap polybag  ditanami 2 biji tanaman melon ataupun semangka

4.        Hasil
Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan pada tanaman melon. Pada daun tanaman melon lebih besar, bentuknya lebih membulat dan batangnya pun lebih besar dari tanaman melon pada umumnya. Akan tetapi pada tanaman semangka tidak terjadi pertumbuhan. Menurut Soepomo (1968), tanaman yang diberi colchicine awalnya menunjukkan pertumbuhan yang agak lambat, tetapi pertumbuhan melebar lebih besar sehingga memperlihatkan bentuk yang tidak wajar.  Setelah itu tanaman akan tumbuh normal. Faktor-faktor yang menyebabkan colchicine tidak bekerja dengan baik adalah perendaman biji yang terlalu lama.  Hal ini menyebabkan biji-biji yang direndam banyak yang mati.  Menurut Suryo (1995), sel-sel tumbuhan umumnya tahan terhadap konsentrasi larutan colchicine yang relatif kuat, tetapi penggunaan konsentrasi larutan yang terlalu kuat dalam waktu lama akan memberikan hasil yang kurang baik.  Faktor yang lain adalah media tanam yang kurang memadai, daya efektifitas dari colchicine yang berubah disebabkan oleh sinar matahari, penyiraman yang kurang teratur, serta adanya faktor lingkungan yang tidak menguntungkan. Hal tersebut kemungkinan terjadi pada tanaman semangka
Tanaman yang poliploid mempunyai jumlah kromosom lebih banyak dari pada tanaman diploid, maka biasanya tanaman kelihatan lebih besar (akar, batang, daun, bunga, dan buah), sel-selnya (tampak jelas pada sel-sel epidermis) lebih besar, inti sel juga lebih besar, berkas buluh pengangkutan mempunyai diameter lebih besar, stomata juga lebih besar (Suryo, 1995). Menurut Allard (1989), efek colchicine dapat meningkatkan volume (ukuran) dari bagian tanaman.  Popyploidisasi colchicine mempunyai sel-sel lebih besar. Selama konsentrasi kritis colchicine dipertahankan dalam sel, pelipatgandaan diulang berkali-kali setelah 3 sampai 4 hari beberapa ratus kromosom dapat terjadi dalam beberapa sel.  Jika efek colchicine hilang, sel-sel polyploid memproduksi inti anak seperti mereka sendiri.  Hal ini juga sama dengan pendapat Crowder (1988), yaitu pemberian colchicine pada titik tumbuh dari tanaman akan mencegah pembentukan serabut gelondong dan pemisahan kromosom pada anafase dari mitosis, sehingga menyebabkan penggandaan kromosom tanpa pembentukan dinding sel.  Biasanya konsentrasi 0,5 sampai 1% colchicine dapat mengakibatkan polyploidi.  Apabila pemberian colchicine hanya sebentar saja, maka serat panjang akan terbentuk kembali dan sel-sel diploid akan membentuk dan memproduksi anak inti seperti induk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar