Alzheimers Sebagai Bentuk Umum Dari Demensia
Penyakit Alzheimers ditemukan oleh seorang ahli Psikiatri dan neuropatologi yang bernama Dr.Alois Alzheimer pada tahun 1907, dinamakan Alzheimer karena disesuaikan dengan nama penemunya. Ia mengobservasi seorang wanita berumur 51 tahun, yang mengalami gangguan intelektual dan memori serta tidak mengetahui kembali ketempat tinggalnya, sedangkan wanita itu tidak mengalami gangguan anggota gerak, koordinasi dan reflek. Alzheimer menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak hanya mengerut, bahkan dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling
umum dari demensia. Alzheimers adalah penyakit otak progresif
ireversibel yang ditandai dengan perkembangan
amiloid plak dan kusutnya neurofibrillary, yang menyebabkan hilangnya
hubungan antara sel-sel saraf, atauneuron, dalam otak, dan kematian
sel-sel saraf. Dengan adanya penuaan pada penderita masalah ini menjadi
lebih buruk. Awal penyakit Alzheimer terjadi pada orang yang berusia antara 30 dan 60 tahun. Tetapi kebanyakan kasus Alzheimer terjadi pada orang yang berusia diatas 60 tahun, yang akan berkembang setelah 65 tahun.- Penyebab Penyakit Alzheimers
Faktor penyebab utama timbulnya penyakit Alzheimers belum dapat dipastikan. Tetapi ilmuwan percaya bahwa penyakit ini merupakan kombinasi antara genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan. Alzheimers merusak dan membunuh sel otak. Beberapa alternatif penyebab penyakit alzheimers adalah adanya gangguan fungsi imunitas, infeksi virus, polusi udara/industri, trauma, neurotransmiter, defisit formasi sel-sel filament, presdiposisi heriditer. Alzheimers lebih rentan terhadap orang tua. Penyakit ini berlangsung secara bertahap yakni tahap ringan/sedang dan tahap yang sudah parah. - Gejala Penyakit Alzheimers
Penyakit Alzheimer dapat dimulai dengan hilangnya sedikit ingatan dan kebingungan, tetapi akhirnya akan menyebabkan pelemahan mental yang tidak dapat diubah dan menghancurkan kemampuan seseorang dalam mengingat, berpikir, belajar, dan berimajinasi. Orang yang terkena Alzheimer sering hilang kemampuan untuk mengingat waktu dan tanggal, serta akan merasakan diri mereka hilang di lingkungan yang sebenarnya familiar bagi mereka. Alzheimer sangat sulit untuk melakukan sesuatu yang membutuhkan perencanaan, pengambilan keputusan dan penilaian. Adapun orang yang memiliki Alzheimer dapat lupa bagaimana cara melakukan sesuatu bahkan yang paling mendasar.
Gejala Alzheimer Berdasarkan National Alzheimer‘s Association (2003), dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :
1. Ringan (lama penyakit 1-3 tahun), lebih sering binggung dan melupakan informasi yang baru dipelajari, tersesat di daerah sekitar yang dikenalnya dengan baik.
2. Gejala sedang (lama penyakit 3-10 tahun), kesulitan dalam mengerjakan aktifitas hidup sehari–hari seperti makan dan mandi, perubahan tingkah laku.
3. Gejala berat (lama penyakit 8-12 tahun), sulit / kehilangan kemampuan berbicara, kehilangan napsu makan.
- Cara Pengobatan Penyakit Alzheimers
Belum ada metode pengobatan yang dapat menyembuhkan alzheimer. Tetapi saat ini, alzheimer dapat diterapi dengan obat seperti cholinesterase inhibitors dan memantine. Namun, obat hanya mengurangi gejala dengan waktu terbatas, yaitu memengaruhi secara kimiawi sel-sel untuk membawa pesan ke sel-sel otak. Di pihak lain, sel punca dalam tubuh manusia memiliki kemampuan regenerasi dan dapat digunakan untuk pengobatan Alzheimers. Hal yang dilakukan dengan menstimulasi sel di otak melalui oral dan zat yang disuntik. Pengobatan juga dapat dilakukan dengan stem cell. Ada tiga cara kunci di mana sel-sel induk dapat digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer. Pertama, dengan menggunakan sel induk untuk menumbuhkan bagian otak yang telah terkena penyakit. Kedua, dengan menyembuhkan kembali daerah yang rusak dari otak. Dan yang ketiga, dengan menggunakan sel-sel sebagai jenis sistem pengiriman obat.
Referensi:
Majumder, Aurpan and Mrityunjay Sarkar. 2014. Exploring Different Stages Of Alzeheimer’s Disease Through . International Journal of Computer Theory and Engineering, Vol. 6, No. 5.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar