Kamis, 15 Oktober 2015

Artikel Biologi



Kulit Sebagai Sistem Imun

Hanifah Eka S
Winda Aristia
Biologi C/VI

ABSTRAK
Kulit merupakan suatu organ pada tubuh manusia yang membatasi dengan lingkungan luar. Salah satu fungsi dari kulit adalah sebagai sistem imun yang memproteksi tubuh dari serangan benda asing. kulit dapat melakukan fungsinya sebagai sistem pertahanan tubuh dengan beberapa proses. Dalam kulit itu sendiri, sudah terdapat suatu sel yang dapat menjaga kulit dari serangan benda asing. Sel itu dikenal dengan nama sel langerhans yang terdapat di lapisan epidermis. Selain itu, terdapat juga suatu substansi antijamur, yaitu unsatturated transferin dan alfa2 makroglobulin keratinase inhibitor yang mencegah invasi jamur dermatofita dan mencegah pertumbuhan organisme pada lapisan yang lebih dalam. Jika sel langerhans dan keratinisasi ini gagal dalam menghadapi mikroorganisme patogen, maka selanjutnya akan datang banntuan dari mediator inflamasi seperti netrofil, limfosit, komplemen, PMN, dan aktivasi faktor penghambat serum (serum inhibitory factor) yang disebut proliferasi epidermis. Proliferasi epidermis inilah yang termasuk sistem imun non spesifik dari kelompok selular. Kulit merupakan benteng pertahanan pertama dari berbagai ancaman yang datang dari luar, seperti bakteri. Sel-sel langerhans yang terdapat dalam lapisan kulit epidermis kulit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Kulit memiliki tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan subkuntan.

Kata Kunci : Kulit, Apel, Sistem imun non spesifik

1.      Pendahuluan
Apel merupakan salah satu buah yang identik dengan warna kulit buah yang merah. Hampir semua orang tentu tak asing lagi dengan bentuk dan rasa apel itu sendiri. Buah ini banyak tersedia di pasar, supermarket atau tempat perbenlanjaan yang lebih besar. Karena di golongkan kedalam buah-buahan, maka apel tentunya mengandung berbagai nutrisi serta vitamin yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan tubuh seseorang. Untuk itulah, mulailah rutin mengkonsumsi buah ini, untuk menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit. Kulit apel diketahui mampu mengurangi lemak, kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida dalam tubuh. Maka itu, tak mengherankan bila kulit apel kerap dijadikan sebagai bahan pengobatan otot dan gangguan metabolisme seperti diabetes.
Sistem imun tubuh secara garis besar terbagi atas sistem imun non spesifik dan spesifik. Sistem imun non spesifik bertugas sebagai lini pertama dalam pertama melawan benda asing. Sistem imun non spesifik terbagi menjadi tiga jenis yaitu yang bersifat fisik, larut, dan selular. Sedangkan sistem imun non spesifik terbagi latas humoral dan selular. Kulit itu sendiri termasuk dalam bagian sistem imun non spesifik yang bersifat fisik. kulit dapat melakukan fungsinya sebagai sistem pertahanan tubuh dengan beberapa proses.

2.      Alat dan Bahan
-          Tusuk gigi               - Apel 4 buah
-          Spidol                    - Apel busuk 1 buah
-          Kapas                    - Alkohol
-          Tissue

3.      Cara Kerja
a.       Semua apel dicuci bersih. Dimasukkan  apel pertama dalam kantong plastik dan diberi label 1.
b.      Bagian daging potongan apel yang busuk dikorek dengan tusuk gigi. Dioleskan perlahan pada permukaan kulit apel kedua tanpa melukai kulit apelnya sebanyak 3 kali. Kemudian dimasukkan apel kedua dalam kantong plastik dan diberi label 2.
c.       Diulangi langkah ke 2 tetapi setelah mengorek potongan apel busuk, dilukai kulit apel ketiga dengan dibuat goresan yang vertikal sebanyak 3 kali. Setelah itu apel ketiga dibungkus dengan kantong plastik dan diberi lebel 3.
d.      Diulangi langkah 3 pada apel keempat. Namun setelah dilukai, dioleskan bagian yang tergores dengan kapas yang dicelup dengan alkohol. Diulangi sebanyak berkali-kali. Kemudia apel keempat dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi label 4.
e.       Kondisi masing-masing apel diperiksa tanpa membuka plastiknya setiap hari selama 5 hari.

4.      Hasil

Hari ke
Tanggal
Kondisi Apel
1
2
3
4
1
Jum’at, 13 Maret 2015
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Terjadi Pembusukan, bagian yang telah dilukai telah berubah warna  menjadi kecoklatan 
Terjadi Pembusukan, Timbul warna kecoklatan yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan apel ke 3
2
Sabtu, 14 Maret 2015
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Bagian yang telah dilukai berubah warna  menjadi kecoklatan
Jumlah warna kecoklatan pada kulit apel ke 4 semakin banyak
3
Minggu, 15 Maret 2015
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Baik, Tidak terjadi Pembusukan
Kondisinya sama seperti hari ke 2
Munculnya jamur berwarna putih yang membuat luka pada apel semakin dalam dan membesar
4
Senin, 16 Maret 2015
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Munculnya jamur yang berwarna putih menutupi dibeberapa luka
Munculnya cairan yang berbau, serta apel sudah mulai lembek
5
Selasa, 17 Maret 2015
Baik,  Keras, Tidak Terjadi Pembusukan
Muncul beberapa bintik hitam yang menandakan terjadinya pembusukan
Jamur semakin bertambah sehingga menyebabkan luka pada apel  tersebut semakin dalam dan lebar
Berwarna kecoklatan hampir di seluruh permukaan dan timbul bau yang tidak sedap


5.      Pembahasan  
Berdasarkan hasil dari pengamatan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa perlakuan yang dilakukan pada ke empat apel memiliki masing-masing perelakuan yaitu pertama di sediakan 5 apel, apel yang pertama merupakan apel busuk dan keempat apel lainnya apel yang memiliki kulit yang mulus. Perlakuan pertama semua apel yang berkulit mulus di cuci bersih, kemudian apel yang pertama setelah dicuci dimasukan dalam kantong plastik tanpa perlakuan dan di beri label 1. Selanjutnya apel yang ke dua di oleskan daging apel busuk tanpa melukai kulit apel, kemudian apel tersebut dimasukan dalam kantong plastik dan diberi label 2.
Selanjutnya apel yang ke tiga di beri perlakuan di oleskan apel busuk sebanyak tiga kali olesan dan di lukai kulit apelnya lalu dimasukan dalam kantong plastik dan diberi label 3. Selanjutnya apel yang ke empat dilukai dan diberi olesan alkohol , lalu diberi olesan apel busuk, kemudian dimasukan dalam kantong plastik dan diberi label 4. Setelah selesai ke empat kantong yang berisi apel tersebut di amati tiap harinya selama tujuh hari dan diamati perubahannya. Hasil dari pengamatan selama tujuh hari pada apel yang berlabel no 1 dan 2 tidak terjadi perubahan pada kulit apel, karena apel yang pertama tidak di tambahkan perlakuan serta dijadikan sebagai kontrol, dan apel yang kedua yang di beri perlakuan dengan di oleskan apel busuk  terjadi perubahan bentuk dan bau. Namun apel yang berlabel no 3 mengalami pembusukan yang ditimbulkan oleh jamur, karena pembusukan akan lebih cepat terjadi jika terdapat luka. Dan pada kondisi kulit pada apel ke 2 sangatlah baik sehingga bisa memperlambat terjadinya pembusukan.
Apel yang berlabel no 4 mengalami perubahan dari yang warnanya cokelat menjadi berwarna hitam dan berbau busuk dikarenakan tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur yang menyebabkan busuk pada kulit apel, alkohol yang dioleskan pada apel nomor 4 berperan sebagai antiseptik pada apel, alkohol dapat membunuh kuman yang ada pada sebuah luka. Namun pada percobaan kami, pembusukan lebih cepat terjadi pada apel yang di beri alkohol. Hal ini mungkin disebabkan oleh jumlah alkohol yang dioleskan pada luka di apel ke 4 terlalu sedikit. Percobaan ini layaknya sistem pertahanan kulit manusia. Hal tersebut menunjukan bahwa apabila sistem kekebalan tubuh seseorang kuat maka tidak akan mudah terserang virus, tetapi jika lemah maka akan mudah terserang virus atau bakteri yang secara cepat akan berkembang dalam tubuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar